Bisnis Online Umroh Dan Haji Plus

Solusi Cepat Umroh dan Haji

Keinginan untuk bisa mewujudkan Umroh dan Haji adalah hal yang dirasakan oleh banyak kalangan, apalagi bagi mereka yang masih merasa kebutuhan mendasarnya belum bisa terpenuhi. Niat untuk melaksanakan Ibadah Haji dan Umroh menjadi hal yang jauh untuk bisa diwujudkan. PT. Arminareka Perdana sebagai perusahaan penyelenggara Haji dan Umroh menangkap hal ini sebagai peluang bagi mereka yang ingin mewujudkan niatnya melalui Program Cepat Haji dan Umroh.



Sekedar pengantar systemnya sbb :

Ketika anda mendaftar dengan membayar DP umroh =3.5 jt dan haji plus 5 jt, anda akan mendapatkan voucher,souvenir dan hak usaha...
Hak usaha inilah yang bisa anda jalankan untuk mempercepat tercapainya niat anda dengan mengajak orang lain untuk mengikuti langkah anda.

Komisi yang didapat :
1. Komisi sponsor 1.5 jt untuk Umroh dan 2.5 jt untuk Haji Plus
2.Bonus pasangan 500 rb/pasang
3.Support system 1 jt/pasang

Bagaimana data-data bank saya yang diberikan, apakah aman?

Selama Anda tidak memberikan nomor PIN anda , maka rekening bank anda selalu aman

Saya tidak dapat menggunakan internet, tapi ingin bergabung. Apakah saya bisa menjalankan bisnis ini?

Bisa. Walaupun bisnis ini melalui internet, PT arminareka Perdana telah mengemasnya sedemikian mudah sehingga semua orang dapat menjalankannya. Bisnis ini bisa dijalankan secara online di internet maupun offline artinya ini adalah doble support dari kami

Saya tidak bisa menggunakan internet sebagai sarana promosi, apa untungnya saya bergabung di grup ini ?

Insya Allah team kami tetap aktif mencari klien – klien baru sehingga besar kemungkinan anda mendapatkan lempahan jaringan, karena masing – masing kita hanya memiliki 3 kaki, 3 kaki itulah yang dikembangkan, dan dengan kerjasama team yang baik akan tetap memberikan peluang pendapatan walaupun tanpa anda promo di internet

Kalau saya tidak aktif dan tidak berhasil memasarkan sendiri tetapi saya mendapatkan limpahan jaringan apakah saya mendapatkan bonus ?

Anda berhak mendapatkan bonus jika terjadi pasangan dalam satu kaki Rp 500.000 , jika terjadi pasangan antar kaki maka anda berhak mendapatkan bonus Rp 1.000.000, potensi penghasilan pasifnya Rp 7.000.000 per level

Apakah Bisnis ini Halal ?

Insya Allah Halal karena syaratnya yang bisa mengikuti Bisnis ini adalah yang berniat umrah atau haji, bonus yang dibagikan pada dasarnya adalah margin keuntungan perusahaan yang diberikan kepada calon jamaah yang mau membantu sebagai tenaga marketing perusahaan atau berupa dicount yang diberikan kepada kelompok jamaah.

Bagaimana Kalau saya tidak dapat jaringan ? bagaimana dengan DP / Voucher saya ? sementara saya tidak mampu untuk berangkat dengan biaya sendiri ?

DP yang kita berikan di awal adalah bentuk komitmen kita terhadap diri kita bahwa kita berniat melaksanakan haji atau umrah, kita mau membayar di awal karena kita melihat sebuah peluang untuk merubah kita dari orang yang tidak mampu menjadi mampu, insya allah jika ada niat Allah akan memberi jalan untuk kita, tidak melalui bisnis ini mungkin melalui bisnis lain. Voucher Tersebut Bisa anda Jual kepada Orang Lain Yang Ingin Berangkat, Voucher Berlaku Sampai Kapanpun. Insya Allah Yakinlah Bahwa selagi Bumi Berputar, Selagi masih ada kehidupan akan selalu ada orang yang akan berangkat bahkan ada yang mau berangkat berulang-ulang, apalagi dengan sistim yang kita buat ini besar kemungkinan akan mendapatkan limpahan jaringan.

Dari Tiga Kaki saya, Jika hanya satu yang aktif apakah saya masih dapat bonus ?

itulah keunggulan system ini walaupun satu kaki kita yang aktif kita masih bisa berpeluang mendapatkan bonus pasangan dan bonus system

Jika saya mengambil beberapa voucher / DP untuk beberapa orang, apakah voucher tersebut bisa saya gabungkan ?

Tidak Bisa karena Voucher tersebut adalah Margin keuntungan atau discount yang diberikan kepada jamaah yang berangkat, jika digabung berarti yang punya voucher tersebut tidak jadi berangkat tentu tidak ada margin atau discount yang bisa diberikan.
Saya mampu bayar langsung lunas, apa untungnya saya bergabung di grup ini ?
Alhamdulillah, berarti anda sudah bisa memilih jadwal keberangkatan, jika anda bergabung di grup ini maka tanpa anda sadari mudah – mudahan anda mendapatkan pasif income dari perkembangan jaringan selain itu anda berarti juga sudah membantu orang lain sehingga dia juga bisa berangkat

Bolehkah bonusnya saya gunakan untung kegunaan yang lain ?

Insya Allah boleh, karena yang diwajibkan naik haji adalah orang yang mampu, jika anda gunakan untuk yang lain berarti ada kebutuhan anda yang lain yang lebih penting

semoga dengan adanya NIAT Allah membukakan pintu-pintu rezkinya bagi kita..amin

Apakah ini Money Game?

Bukan ...ini murni bisnis travel Umrah dan Haji dari Divisi Marektingnya..Legalitas dan izinnya lengkap..jika di Jakarta bisa langsung ke kantornya buat yakinkan jl. salemba No. 5 Jakarta

Hanya saja Divisi marketingnya mengadopsi cara Networking dengan system member get member dengan perincian income sbb:

Keterangan Jama’ah Umrah Jama’ah Haji Plus
Berhasil mengajak 1 orang Rp. 1.500.000,- Rp. 2.500.000,-
Berhasil mengajak 2 orang Rp. 3.500.000,- Rp. 5.500.000,-
Berhasil mengajak 3 orang Rp. 5.500.000,- Rp. 8.500.000,-
Berhasil mengajak 4 orang Rp. 7.000.000,- Rp. 11.000.000,-
Berhasil mengajak 5 orang Rp. 9.500.000,- Rp. 14.500.000,-
Berhasil mengajak 6 orang Rp. 12.000.000,- Rp. 18.000.000,-
Berhasil mengajak 7 orang Rp. 14.000.000,- Rp. 21.000.000,-
Berhasil mengajak 8 orang Rp. 16.500.000,- Rp. 24.500.000,-
Berhasil mengajak 9 orang Rp. 19.000.000,- Rp. 28.000.000,-
Berhasil mengajak 10 orang Rp. 21.000.000,- Rp. 31.000.000,-

Bonus itu bukan berasal dari uang pendaftaran.... tapi dari budget untuk promo yang sudah disiapkan perusahaan, ketimbang bayar advertising..mending dipake untuk membayar jasa orang yang sudah jelas membawa pelanggan ke perusahaan.
Karena ini bisnis sebenarnya Offline... hanya saja mengadopsi system networknya.

Uang pendaftaran yang mereka bayar itu adalah DP yang menjadi pengurang saat sudah ada duit buat lunasin ongkos Umrah/haji sesuai harga saat dia mau berangkat.Jadi mereka bisa menggunakan cara rekrut ataupun dari hasil usaha lainnya.Ynag penting saat mau berangkat harus melunasi ONH tsb

Yah kembali lagi ke personnya ... semua tergantung NIAT kan.

Coba simak beberapa testimoni berikut ini :

ambil Post testimoni ah:

SEGERA RASAKAN APA YANG TELAH MEREKA RASAKAN JUGA !

Saya bertanya apa saya lagi bermimpi atau tidak. Sampai saya mencubit ….
Alhamdulillah lewat system yang ada di Arminareka Perdana ini saya dan istri dapat berangkat umroh bersama. Kami nikmati kekhusyukan ibadah umroh. Banyak pengalamanan suka dan kesan mendalam dalam menjalani ibadah umroh saat kami memasuki Masjidil Haram. Saya bertanya apa saya lagi bermimpi atau tidak. Sampai saya mencubit tangan saya sendiri terasa sakit ternyata bukan mimpi….

H. Lili Sukarli, Tangerang.




mendapatkan penghasilan dan ada harapan untuk berangkat umroh
Pertama – tama saya ucapkan alhamdulillah, bahwa saya telah dikenalkan PT. Arminareka yang telah membantu saya untuk mendapatkan penghasilan dan ada harapan untuk berangkat umroh bersama istri. Dan saya mengharapkan kepada semua orang yang membaca pengalaman saya ini akan tergugah untuk bergabung dan mau belajar mendapatkan penghasilan dan sekaligus bisa berangkat ke tanah suci Mekah. Amin. Segera manfaatkan peluang ini. Wassalam.

Sumidi dan istri, Cengkareng




…bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, menjanjikan hidup lebih baik,…..
” PT. Arminareka Perdana adalah sebuah travel yang mengusahakan para mitranya bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, menjanjikan hidup lebih baik, dan yang paling utama adalah sesuai sunnah rasulullah Saw, bahwa berniaga dengan tidak menzalimi para mitranya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhloi PT Arminareka Perdana dan para pendukungnya yang membuat PT. Arminareka Perdana akan lebih solid di tahun-tahun mendatang. Amin amin ya rabbal ‘alamin.

Ibu Hj. Gangges, Bogor




di sini orang yang tidak mampu diberikan solusinya supaya mampu bahkan ….
“ Dua tawaran yang perlu mendapat perhatian bagi mereka yang mempunyai harapan ke tanah suci dan kehidupan yang lebih baik. Karena biasanya orang pergi haji atau umroh karena mereka benar-benar mampu secara financial. Tetapi di sini orang yang tidak mampu diberikan solusinya supaya mampu bahkan tidak hanya mampu untuk berhaji atau umroh, tetapi diberi kemampuan untuk merubah masa depannya. Dan saya benar-benar dapat merasakannnya bagaimana konsep sistem ini bekerja dan menghasilkan. Luar biasa… Bravo Armina
Dhiaul haq, Larangan



Rekening saya semakin bertambah ….Terima kasih Armina “
“Awalnya saya ragu apakah benar ada perusahaan yang dapat memberikan solusi untuk dapat haji dan sekaligus meningkatkan taraf hidupnya. Waktu itu saya diberitahu oleh seseorang yang sama sekali saya belum mengenalnya. Terus terang konsep yang ditawarkan PT. Armina itu sangat menarik. Akhirnya saya coba mendatangi kantornya, profil perusahaaanya dan manajemennya. Saya pun berkenalan dengan tim manajemen dan mendapat penjelasan yang memadai. Akhirnya saya pun merasa yakin dan dengan bismillah saya pun bergabung. Baru kurang lebih 2 bulan rekening saya bertambah puluhan juta rupiah. Alhamdulillah, luar biasa. Terima kasih Armina.


Buya Zacky, Pimpinan Al munawwar




Tidak tanggung-tanggung saya daftarkan suami dan anak-anak,
“Suatu ketika datang seseorang yang belum pernah sama sekali saya kenal. Ia menawarkan Program Arminareka kepada saya. Awalnya saya tidak mau karena takut penipuan. Tetapi ada rasa ingin tahu lebih lanjut. Akhirnya saya diantar olehnya ke kantor pusat. Sampai di sana saya dikenalkan ke pihak manajemen dan dijelaskan tentang program ini bersama dengan yang lain. Setelah itu tumbuh keyakinan saya dan menurut saya inilah yang sebenarnya orang cari. Sayapun dengan penuh keyakinan mendaftarkan diri. Tidak tanggung-tanggung saya daftarkan suami dan anak-anak, dan orang tua saya. Ternyata dalam hitungan beberapa minggu saya sudah dapat merasakan hasilnya atas referensi keluarga ke orang lain. Baru tiga bulan berjalan sudah ada sekitar 30 orang telah terdaftar ! Luar biasa. Kini haji atau umroh yang tadinya belum ada dalam bayangan, sudah terasa dekat. Dan saya yakiin itu..

Ibu Iin, Kepala TK Islam Kereo




….akhirnya dia bisa berangkat sekeluarga. Dengan tanda jadi Rp. 3.5 juta saja….
“Alhamdulilah, saya sangat bersyukur sekali bisa mengajak teman – teman yang tadinya tidak ada niat untuk ibadah umroh ke Tanah suci Mekkah dan Madinah. Setelah saya informasikan tentang Arminareka Perdana, yaitu sebuah travel yang menyelenggarakan ibadah umroh dan haji plus, akhirnya dia bisa berangkat sekeluarga. Dengan tanda jadi Rp. 3.5 juta saja dan saya tuntun untuk melakukan suatu usaha, yaitu mengajak teman, saudara, tetangga atau kenalan akhirnya dia bisa berangkat umroh.

Kiat saya dan wajib saya kerjakan yaitu mengajak teman, saudara, keluarga, atau kenalan minimal 3 orang setiap hari dan menjelaskan tentang program umroh dan haji yang ada di Arminareka Pedana dan mengajak ke kantor Armina yang ada di Salemba untuk mendengarkan presentasi atau pengajian rutin dua mingguan. Semoga Armina tetap eksis dan semakin profesional dan jaya selalu amien. ( Dikutip langsung dari majalah INFO ARUS)
Ibu Hj. Zahari




Saya sendiri aktif mulai syawal 1429 dan hingga kini sudah ada 120 orang lebih…
“Saya merasa yakin sekali dengan sistem ini ; orang yang tadinya tidak terlintas untuk umroh atau haji karena keterbatasan dana akhirnya akan timbul hasrat dalam dirinya. Bahkan ia akan merasakan keberkahan rejeki yang melimpah. Saya sendiri aktif mulai syawal 2008 dan hingga kini sudah ada 120 orang lebih yang telah terdaftar. Saya tidak dapat menuliskan berapa besar yang sudah saya terima. Karena tentunya siapa saja dapat menghitungnya. Saya hanya bersyukur kepada Allah Swt. Dan saya sangat yakin dengan PT. Arminareka, kalau tidak pasti saya tidak akan mendaftar. Terima kasih Armina “

Bang Fulan, Surabaya




1 minggu saya sudah dapat membeli motor mio baru…



“Alhamdulillah, sebuah pengalaman yang luar biasa dapat bergabung di Arminareka Perdana. Sebelumnya saya mendapat informasi dari ustadz Hasbi tentang program kemitraan haji dan umroh di Armina. Saya sangat tertarik dengan konsepnya, tetapi saya masih belum yakin benar. Bagaimana mungkin bisa haji atau umroh dan sekaligus meningkatkan taraf hidup ? Akhirnya saya putuskan untuk berkunjung ke kantor pusatnya. Setelah melihat dan mendapat penjelasan langsung tentang perusahaan ini saya menjadi yakin. Akhirnya, dengan bismillah saya pun bergabung. Subhannallah, baru bergabung 1 minggu saya sudah dapat membeli motor mio baru dan sayapun merasa yakin dapat umroh / haji melalui system ini. Terima kasih Armina.

Ibu Khodijah, Japos




keluarga merasa puas atas pelayanan yang diberikan Arminareka Perdana.
“Saya dan keluarga telah menunaikan ibadah umroh pada tanggal 8 Juli 2008 dan kembali ke tanah air tanggal 16 Juli 2008. Al hamdulillah dalam keadaan baik sehat walafiat serta sehat. Sungguh saya dan keluarga merasa puas atas pelayanan yang diberikan Arminareka Perdana. Tidak ada jadwal ibadah maupun tour yang terlewatkan. Semua ” on schedule “. Dan saya menilai bahwa travel Arminareka sangat profesional dan memiliki banyak jaringan di Madinah, Mekkah, maupun Jeddah, saya merasakan dalam pelayanan hotel, catering, dan pelayanan muthowwif. Inilah kesan saya bersama keluarga terhadap Arminareka. Semoga Arminareka dapat mempertahankan profesioalismenya. Amin ya robbal alamin…

H. Bustomi dan keluarga (Wakil Bupati Lampung)




Dengan visinya memberi solusi bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah
“Dalam keadaan berkabung, seorang teman yaitu Bapak Mujito memperkenalkan sebuah keagenan umroh dan haji. Mungkin ini adalah petunjuk atau jawaban Allah dari satu cobaannya. Dari sini saya termotivasi ingin umroh dari usaha ini, yang akhirnya saya dapat melaksanakannya pada bulan april 2007. Lalu saya berdo’a mohon diberi kekuatan dan petunjuk utuk meraih kesuksesan dunia dan akherat. Sukses utuk membahagiakan kedua orang tua, suami dan anak-anak.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allah Maha besar kemudian saya mendapat petunjuk dan hidayah setelah mengenal Arminareka Perdana biro perjalanan haji dan umroh yang membuat satu divisi marketing. Di sini saya merasa nyaman dengan suasana yang mencerminkan suasana Islami dengan usaha yang beda, yaitu umroh dan haji. Dengan visinya memberi solusi bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji sekaligus meningkatkan taraf didup kita“.

Ibu Rita Andayani, Serang




Anda dapat melaksanakan ibadah umroh dan haji plus dengan sangat mudah,..
Armina Utama bukan sekedar bisnis oriented, melainkan ibadah mengingat dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah umroh dan haji plus. Dengan program yang kami tawarkan anda akan dapat melaksanakan ibadah umroh dan haji plus dengan sangat mudah, hanya dengan tanda jadi Rp. Rp. 3.5 jt. Armina pasti bisa pasti sukses…Pasti Armina !!! Dahsyat luar biasa

Bapak Purna dan istri

Salam Sukses

Antara Panggilan dan Kemantapan

Ada beberapa catatan dari berbagai sumber, saya coba posting disini, kali ini dari ceritahaji.com



Banyak orang bilang, “Saya tidak berani menunaikan ibadah haji terlebih dahulu. Belum mantap!” Ada juga yang bilang, “Saya masih terlalu muda, nanti lah (naik haji) kalau sudah cukup umur.”

Selalu begitu alasan-alasan kita, bukan? Apa yang belum mantap? Kita pasti tahu, mantap dalam pengertian ini adalah keyakinan bahwa spiritual dan mental belum cukup mantap untuk menunaikan haji. Lebih gampangnya, kita juga pasti merasa, keimanan kita belum tertata dengan baik sehingga tidak yakin bisa menjalani ibadah haji dengan mantap.

Lalu belum cukup umur. Pertanyaan saya, adakah aturan dalam Islam yang mengatakan bahwa haji hanya diperuntukkan bagi orang yang cukup umur? Berapa umur yang pantas untuk naik haji? Empat puluh tahun? Limah puluh tahun? Ataukah enam puluh tahun?
Tentang Iman

Mari kita coba telaah. Pertama, siapa bisa mengukur iman?

Kalau menurut Islam, ada beberapa hal yang dikategorikan sebagai tolak ukur keimanan seseorang, percaya kepada Allah, malaikat, rasul, kitab-kitab, hari akhir, dan takdir.

Tapi bagaimana bentuk dan ukuran iman, terus terang tidak ada penjelasannya. Memang ada beberapa tuntunan dan indikator, tapi itu tidak berbicara dan tidak bisa menjadi tolak ukur. Dan sesungguhnya, saya pribadi percaya, yang tahu keimanan seseorang tentu saja hanya Allah.

Apakah seseorang tidak tahu keimanan dirinya? Kalau boleh ditanyakan, bagaimana Anda mengukur kadar keimanan Anda hari ini? Apakah hari ini cenderung menguat, seperti suhu global, atau kali ini cenderung menurun seperti jatuhnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS? Tidak pernah ada alat pengukur keimanan. Belum pernah ada yang menjual termometer keimanan. Dan tidak ada lembaga pengukur keimanan.

Jadi, kalau dibuat statistiknya, keimanan seseorang ada naik turunnya. Spiritualisme diri kita ada naik turunnya.

Kalau kita memutuskan naik haji tahun depan, mungkin kita takut ketika di tanah suci, kondisi spiritual kita sedang rendah banget. Kita takut ibadah kita kurang bermutu. Kita takut tidak bisa khusyuk. Dan banyak ketakutan lainnya, begitu? Apakah ini yang menjadi alasan kita untuk menunda-nunda panggilan mulia ini?

Kalau menurut saya, dengan pemahaman diri dan ketakutan terhadap keimanan diri sendiri tersebut, justru Anda dalam kondisi yang tepat. Menurut saya, keimanan seseorang yang paling sempurna adalah orang yang selalu introspeksi terhadap dirinya. Seseorang yang senantiasa tidak puas bahwa dirinya belum sempurna “bersimpuh”, belum sempurna “mengabdi” kepada Allah, belum sempurna “menjadi penyembah” Tuhan, inilah kondisi ideal iman seseorang. Seseorang yang puas diri bahwa dirinya sangat beriman kepada Allah sesungguhnya adalah orang yang takabur. Seseorang yang senantiasa takut dan merasa dirinya rendah di hadapan Allah adalah seseorang yang memahami hakikat keimanannya.

Jadi, kalau diri Anda merasakan perasaan dan keyakinan semacam di atas, kerendahdirian Anda sesungguhnya saat yang tepat untuk memulai menjawab panggilan mulia ini.

Beribadah haji adalah ibadah yang indah. Di tempat yang mulia dan suci itu, Anda pasti dapat merasakan kenikmatan indah untuk berdoa dan memuji Allah Tuhan Pengasih dan Penyayang.
Cukup Umur

Kemudian tentang umur. Pertanyaan sederhana ini mungkin bisa menjawab keraguan Anda, apakah dengan umur yang lebih tua Anda yakin keimanan dan spiritualisme Anda lebih bagus kondisinya dari saat ini? Apakah sepuluh tahun mendatang ibadah salat Anda lebih khusyuk dari saat ini? Apakah ketika berusia lima puluh tahun Anda yakin jiwa lebih tenang dan mantap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini?

Bila jawaban Anda tidak, saatnyalah Anda bergegas memantapkan diri. Bila tabungan sudah cukup, segera ungkapkan niat Anda kepada keluarga dekat Anda, entah pada istri, orang tua, anak. Dukungan moril dari seluruh keluarga akan menjadi pendorong yang sempurna bagi kesiapan ibadah menunaikan panggilan suci ini.

Akhir kata, semoga kita menjadi manusia-manusia yang setiap saat selalu sadar bahwa kita adalah makhluk-makhluk yang tidak punya kekuasaan apa-apa di hadapan Allah. Kekayaan, usia, dan anak-anak kita sesungguhnya bukan milik kita. Semuanya dapat kembali diambil-Nya. Saatnyalah memantapkan panggilan hati, memuliakan dan memuji, menjadi penyembah Allah sejati.

Menghadiri Jamuan Suci-Nya selagi muda

Walau tak pernah terbayangkan sebelumnya, pada tahun 2007 saya bisa melaksanakan Ibadah Umroh, bersama dengan travel haji & umroh dengan rombongan sekitar 35 orang. Alhamdulillah semua bisa dijalani dengan baik dalam artian tidak kendala kendala kesehatan, tertinggal atau hal lain yang bisa menghalangi kegiatan ibadah Umroh.





Alhamdulillah pada tahun yang sama, saya mendaftarkan untuk menunaikan ibadah Haji, dan hal ini bisa terlaksana pada tahun 2009. Entah sejak kapan, yang pasti sudah sejak kecil didalam hati ingin menunaikan Haji selagi muda, sampai ketika bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja, selalu berusaha untuk menyisihkan tabungan guna mewujudkan keinginan berhaji tersebut.
Menunaikan Ibadah haji, membutuhkan stamina yang prima, banyak kegiatan yang membutuhkan fisik dan emosional yang melelahkan. Harapan untuk menjalani kegiatan ibadah haji menjadi lebih maksimal tentunya didukung oleh kesehatan yang baik.

Pada postingan kali ini saya akan berbagi tips tentang persiapan beribadah haji di usia muda, yang saya kutip dari Majalah Annida edisi: No. 4/XV/ 15 Des 2005-15 Jan 2006. Bagi yang sudah membaca ga ada salahnya untuk mereview. Semoga bermanfaat..

Persiapan beribadah haji di usia muda:

1. Niat ikhlas untuk berhaji

Niat adalah syarat wajib dalam menunaikan ibadah apapun. Niat untuk beribadah haji harus dimulai dari sekarang
Meskipun ibadah haji diiringi dengan kata-kata “jika mampu”, bukan berarti jika tidak ada uang kewajiban haji langsung gugur, dan bukan berarti juga ketika empat rukun Islam lainnya belum dilaksanakan maka rukun kelima jadi tidak wajib dilakukan.. bukan begitu.
Intinya kita harus terus memperbaharui niat dan keyakinan untuk berhaji sebelum ajal tiba.

2. Azzam untuk meraih Syurga melalui ibadah haji

Ibadah Haji merupakan salah satu ibadah yang didalamnya bertaburan sarana untuk menghapus dosa dan meraih surga. Karena itu, jangan sampai azzam/tekad kita kendur untuk melaksanakannya.

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW pernah ditanya,”Amal apakah yan paling utama?”. Rasul menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”.
“Kemudian apa?”, “Jihad di Jalan Allah”, “Kemudian apalagi?”, “Haji Mabrur”.

Sabda Rasulullah SAW: “dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) diantara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Syurga”

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah bersabda, “Allah akan membangkitkan Al Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya denganikhlas dan benar.” (HR. Al Baihaq)

3. Perbanyak wawasan akan pentingnya Haji

Pengetahuan seputar ibadah haji, sebaiknya dicicil sejak dini sehingga perlahan akan masuk dan membentuk pemahaman yang kokoh dalam diri kita. Wawasan ini perlu untuk menjaga keikhlasan niat dan tekad kita untuk berhaji. Pengetahuan tentang haji bisa kita dapatkan dengan membaca buku, artikel di situs-situs Islam.

4. Tarik pertolongan Allah melalui ibadah yang Maksimal

Jika Allah melihat kesungguhan kita untuk berhaji, insyaAllah kemudahan haji yang tidak disangka-sangka Ia berikan untuk kita tunaikan. Kesungguhan ini bisa kita lakukan melalui ibadah diluar haji yang nilai pahalanya tidak kalah besar. Antara lain: Sholat tepat waktu, qiyamul lail, birrul walidain, dan sedekah, yang sangat dicintai Allah jika kita kerjakan.

Dalam ibadah haji, jamaah dituntut untuk menjaga ukhuwah dan kasih sayang pada jutaan umat manusia dari beragam warna kulit dan bangsa, oleh karena itu dari sekarang kita juga harus menjaga akhlak dan ukhuwah pada sesama.

Ibadah yang lainnya yaitu perbanyak dzikir, mengerjakan puasa Arafah, dan ibadah kurban.

Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan didalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijah) ini. Maka perbanyaklak pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid”

dan Rasulullah juga bersabda, “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah, melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.

InsyaAllah ibadah2 di atas, Allah jadikan alasan untuk mengundang kita kerumah-Nya.

5. Menabung dari harta yang Halal

Jangan berfikir bahwa biaya haji yang mahal tak mungkin terjangkau oleh kantong kita yang anak sekolah/ mahasiswa. Allah Maha Kaya, Ia bisa saja memberangkatkan kita ke Rumah-Nya tanpa meminta biaya sedikitpun dari kita. Rahasia ibadah haji seringkali di luar batas logika manusia. Banyak orang yang pergi haji karena diberangkatkan oleh perusahaannya, diongkosi oleh dermawan, menang melalui undian yang halal, mendapat warisan, dan sebagainya. Kalau Allah punya kehendak, siapa yang akan menghalangi?

Seperti pengalaman teman saya, mba dian. Yang Alhamdulillah telah melaksanakan ibadah Umrah setelah beberapa bulan tinggal di Riyadh, menyelesaikan pendidikan s2 di King Saudi University dari beasiswa yang dia terima.

Tapi walaupun begitu,, action seperti mengumpulkan uang untuk menuju kesana harus tetap kita lakukan. Mulailah menabung dari harta yang halal. Misalnya dari uang jajan, honor privat, ongkos yang dihemat, honor kerja part time, dll. Jangan berpikir nominal, seribu, dua ribu yang ditabung suatu saat yang tidak kita sangka pasti akan dicukupkan oleh Allah untuk berangkat haji.

Hmm.. jadi teringat masa kecil saya, ketika pertama kali mempunyai rekening di bank. Waktu itu saya bilang ke Ummi. “Mi,, saya pingin nabung untuk naik haji nanti..”. keinginan itu saya utarakan ketika saya mendapat rizki uang lebaran dari kerabat. Sayapun mulai rajin menabung. Tapi setelah beberapa tahun, uang tabungan itu dipakai untuk keperluan lain :(
Tidak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Ya, mulai sekarang saya akan mulai menabung lagi untuk mewujudkan niat ibadah haji.
Semoga Allah memberi kemudahan

6. Doa di waktu dan tempat yang Mustajab

Segala inti dari ibadah adalah doa, dan doa adalah senjata kaum muslimin.Jika kita ingin memenunaikan ibadah haji selagi muda, jangan sia-siakan meminta di waktu mustajabnya doa, yaitu ketika berpuasa, musafir, dizalimi, selepas adzan, antara iqamah dan sholat, antara dua khutbah jumat, waktu sahur, waktu hujan, dan sepertiga malam. Dan jangan sia-siakan pula hari diijabahnya doa seperti hari dan malam jumat, hari arafah, malam dan hari raya, malam lailatul Qadar, malam nisfu Sya’ban, dan awal rajab.

Ada seseorang yang menyesal sehabis menunaikan ibadah haji, ia hanya berdoa disana untuk meminta lima hal dan semuanya dikabulkan Allah. Ia menyesal kenapa tidak minta lebih banyaklagi.

Nah,, bagi teman-teman dan sodara2 sekalian, yang belum berkesempatan beribadah haji tahun ini, kita bisa menuliskan doa-doa dan menitipkan kepada orang-orang terdekat yang melaksanakan ibadah haji, untuk dibacakan di 15 tempat yang Mustajab di Makkah. Rasululullah bersabda, riwayat Imam Attabrani “Tidak ada tempat di atas bumi ini lima belas tempat yang mustajab untuk berdoa kecuali hanya di Mekah..” antara lain:
1. di dalam ka’bah
2. Hajar Aswad
3. Rukun Yamani
4. di bawah talang mas (Mizab)
5. Hijr Ismail
6. Multazam
7. di belakang maqam Ibrahim
8. sumur zam-zam
9. Masy’aril Haram
10. di atas bukit Sofa
11. di atas bukit Marwah
12. di tempat wukuf Arafah
13. Ketika Jumrah Aqabah
14. ketika Jumrah Wustha
15. Saat Jumrah Ula

Tempat mustajab lainnya di Madinah adalah Masjid Quba dan Raudlah. Letaknya di antara rumah Rasulullah SAW (sekarang makam nabi SAW, Abu Bakar as Shiddiq dan Umar Bin Khaththab) sampai mimbar. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter. Raudhah juga ditandai dengan hamparan karpet warna hijau.
Rasulullah SAW bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku adalah Raudhah (taman) dari taman surga, dan Mimbarku di atas telaga”. (HR. Bukhari). (-liputan khusus Haji 2008, Kompas/131108-)

Hmm.. betapa hati ini sangat rindu.. ingin menginjakkakkan kaki di tanah suci, bersujud di rumah Allah nan indah. Memandangnya lewat gambar saja sudah membuat hati ini bergetar, apalagi jika menyaksikan secara langsung?

Sayapun tidak melewatkan kesempatan ini. Saya membuat list beberapa keinginan saya dan menitipkan kepada teman saya untuk dibacakan ketika dia berdoa di tempat2 yang mustajab tadi. Apa saja doanya… ?? Yang pasti Saya berdoa semoga bisa segera menunaikan ibadah haji, bersama Abah dan Ummi. Doa-doa yang lainnya, sepertinya tidak perlu saya sampaikan disini.. :)

Semoga beberapa tips di atas bisa mengantarkan kita pada Haji yang Mabrur, lebih mengenal Allah, demi meraih cinta dan Ridha-Nya. Amin..

* Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika La syarika laka labbaik, Innal hamda wa nikmata laka wal-mulk laa syarii ka lak.. ( aku datang ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku datang, dan Kau tidak memiliki tandingan, dan aku penuhi panggilan-Mu, Segala pujii dan segala nikmat adalah milik-Mu dan juga segala kekuasaan adalah milik-Mu. Kau tidak memiliki tandingan)

jazakallah khair untuk my brother atas inspirasi untuk posting tulisan ini.
Semoga diberi kemudahan menjadi Haji Mabrur.
Amin

gambar diambil dari www.geocities.com dan www.kabahinfo.net

Niat kaum Perindu

Kamu mungkin membayangkan dirimu bertengger pada suatu posisi bagus di suatu perusahaan. Mobilitasmu luar biasa, daya jelajahmu ke segala penjuru nusantara, bahkan ke mancanegara, dengan pesawat terbang tentunya. Fasilitasmu oke: mobil mulus, rumah bagus. Kamu pun membayangkan memiliki sebuah keluarga bahagia di mana kamu menjadi intinya.





Atau kamu kini tengah mengalaminya. Kamu telah bekerja dan Allah memberimu rezeki yang luas. Tenagamu masih kuat. Badanmu bugar, naik gunung dan bertulang itu biasa. Kamu sudah tamasya ke mana-mana, dengan mobil, kapal, dan pesawat terbang.

Tapi, satu hal lupa kamu niatkan: naik haji.

Naik haji yang bagi banyak orang bisa menjadi sebuah cita-cita atau impian yang besar, bagi orang tertentu—yang sebenarnya justru mampu dan sudah wajib melakukannya—malah kerap tidak terangankan.

Maka, ayo kita turun sebentar. Ke pojok alun-alun itu. Kita tanya bapak dan ibu penjual opor ayam itu, apa yang membuat mereka bertahan berjualan di sana, sementara putra-putri mereka telah lulus kuliah, jadi dokter, dan sanggup membiayai hari tua mereka? Ah, mereka menjawab dengan senyum,”Lho, Nak, apa kami tak boleh naik haji dengan lontong dan opor ayam ini?”

Haji memang harus lahir dari niat. Pak Jan dan Bu Jan, seorang penjual mi ayam, berjuang puluhan tahun sebelum akhirnya mampu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk keberangkatan haji mereka Desember ini.

Dia tahun 70-an, Pak Jan muda pernah menjadi buruh bangunan, penjual es, tukang air, dan terakhir menjadi tukang mi ayam di Jakarta. Dan awal tahun delapan puluh, ia mendorong gerobak berkeliling kota Pekalongan, memperkenalkan mi ayam. Perlu kegigihan dan waktu tahunan untuk membuat dagangannya itu sejajar tenarnya dengan bakso yang telah lebih dulu menasional.

Dan soal naik haji, mungkin benar kata KH Cholil Bisri (alm) pada suatu kesempatan, “Keinginan berhaji kali pertama itu ibarat perjaka yang hendak kawin. Penuh perhitungan." Jadi, dengan uang tabungannya, Pak Jan dan istrinya, bisa saja tak perlu bekerja terlalu keras lagi. Mereka bisa berlibur, membeli tanah, atau rumah. Bisa juga mereka depositokan saja uang itu untuk jaminan hari tua. Tapi, bayangkan, perjalanan terjauh kakek dan nenek dari enam cucu ini adalah Pekalongan-Jakarta, sehingga perjalanan mereka ke Jeddah nanti akan menjadi perjalanan terjauh mereka selama ini, sekaligus perjalanan pertama mereka dengan pesawat terbang.

Nah, tahun depan, jika kamu berkunjung ke kota Pekalongan, mampirlah ke pojok kanan-selatan alun-alun. Insya Allah, kamu masih akan menjumpai Pak dan Bu Jan di sana. Dan sesuai kebiasaan setempat, mungkin kamu boleh menyapa, “Pak Haji, mi satu porsi, ya.” [agusbudiman]

Hadiri Undangan Allah

Sobat, sudah yakin belum kalau afdolnya ibadah haji ditunaikan ketika usia muda? Harus yakin dong, pengorbanan tenaga di medan haji yang berat, hanya orang muda yang bisa maksimal melakukannya. Rukun Islam, Bo! Jangan tunggu tua! Jika kamu menempa diri dengan persiapan di bawah ini, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan keinginanmu berhaji! Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah kan?



“Bersegeralah kalian dalam menunaikan haji--yakni haji wajib--karena seseorang tak tahu apa yang akan menimpa dirinya” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

1. Niat ikhlas untuk berhaji
Banyak orang yang ngaku ingin naik haji, tapi sayang cuma sebatas ingin. Belum ikhlas niatnya, belum ada action mewujudkannya, masih jiper karena usia muda, dan walau ada uang masih sayang dikeluarkan untuk ONH karena banyak keinginan lain yang belum terbayar.
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (Al Baqarah:196).

Niat adalah syarat wajib dalam menunaikan ibadah apapun, termasuk haji. Makanya niat untuk berhaji harus kita mulai dari sekarang, yang ikhlas tentunya alias niat beneran bukan cuma ikut-ikutan atau ingin dapat titel Haji. Memang sih ibadah haji diiringi embel-embel ‘jika mampu’, tapi bukan berarti kalau tidak ada uang kewajiban haji langsung gugur, ketika empat rukun Islam lainnya belum dilaksanakan rukun yang ke lima jadi tidak wajib dilakukan, bukan begitu! Kita harus terus memperbaharui niat dan keyakinan untuk berhaji sebelum mati.

2. Azzam untuk meraih surga melalui ibadah haji
Haji merupakan salah satu ibadah yang di dalamnya bertaburan wasilah/sarana untuk menghapus segala dosa dan meraih surga Allah. Karena itu, jangan sampai azzam/tekad kita kendur untuk melaksanakannya. Seperti sabda rasulullah SAW: “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”

Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yang shalat di masjidku sebanyak 40 kali shalat, dan tidak luput satu kali shalat pun, maka Allah memastikan baginya terbebas dari api neraka, terbebas dari siksa serta ia terhindar dari kemunafikan." (HR Ahmad dan Thabrani).

Hajar Aswad yang merupakan batu ruby dari surga juga akan bersaksi pada Allah bagi siapa saja yang menyentuhnya dengan tekad dan niat yang ikhlas.

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, "Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada Hari Kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar." (HR Baihaqi).

3. Perbanyak wawasan akan pentingnya haji
Pengetahuan seputar ibadah haji yang sering disebut manasik haji, sebaiknya dicicil sejak dini sehingga perlahan akan merasuk dan membentuk pemahaman yang kokoh dalam diri kita. Wawasan ini penting untuk menjaga keikhlasan niat dan tekad kita berhaji.

Sayangnya saat ini manasik hanya dilakukan beberapa bulan sebelum seseorang berangkat haji, sehingga ketika di tanah suci jamaah sering gagap karena tidak semua bekal manasik bisa dipahami dalam waktu singkat. Hal ini dicela oleh Abu Abdillah ketika Zararah bertanya padanya:...Aku telah bertanya kepadamu tentang masalah haji sejak empat puluh tahu, maka berilah aku jawabannya! Abu Abdillah menjawab: Wahai Zararah sebuah rumah yang telah dikunjungi (para malaikat) sebelum Nabi Adam as selama dua ribu tahun , (bagaimana mungkin) engkau ingin tuntaskan permasalahannya dalam empat puluh tahun?

4. Tarik pertolongan Allah melalui ibadah maksimal
Jika Allah melihat kesungguhan kita untuk berhaji, insya Allah kemudahan haji yang tidak disangka-sangka Ia berikan untuk kita tunaikan. Kesungguhan ini bisa kita lakukan melalui ibadah di luar haji yang nilai pahalanya tidak kalah besar. Antara lain: salat tepat waktu, qiyamulail, birrul walidain, dan sedekah, yang sangat dicintai Allah jika kita kerjakan.

Dalam ibadah haji jamaah dituntut untuk menjaga ukhuwah dan kasih sayang pada jutaan manusia dari beragam warna kulit dan bangsa yang hadir, makanya dari sekarang kita juga kudu menjaga akhlak dan ukhuwah kita pada sesama. Dari Abi Hurairah ra berkata, saya dengar Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa berhaji karena Allah, lalu ia tak rafats (berbantah-bantahan) atau fasik maka ia akan kembali seperti di hari ia dilahirkan oleh ibunya. (HR Bukhari).

Lazimkanlah berzikir supaya Allah mengabulkan niat kita berhaji, terutama di sepuluh pertama bulan Dzulhijah ketika orang menunaikan ibadah haji, seperti sabda Rasulullah SAW “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”

Ketika jamaah haji wukuf di Arafah, jangan lupa kita yang di tanah air melaksanakan puasa Arafah, karena Rasulullah SAW bersabda “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya.”

Ibadah kurban juga penting dilaksanakan. Jangan tunggu punya uang cukup, kamu bisa memulainya dengan menabung dari uang jajan atau patungan dengan beberapa teman. Selagi ibadah haji yang mahal belum kesampaian, cobalah kerjakan jihad harta yang lebih terjangkau seperti ibadah kurban ini. Insya Allah ibadah haji akan Allah antarkan untuk kita kelak. Karena berkurban menandakan ketaatan kita pada Allah, sebagaimana ketaatan Ismail dan Ibrahim pada Allah SWT.

Insya Allah, ibadah-ibadah di atas Allah jadikan alasan untuk mengundang kita ke RumahNya.

5. Menabung dari harta yang halal
Jangan berpikir bahwa biaya haji yang super mahal tak mungkin terjangkau oleh kantong kita yang anak sekolahan ini. Allah Maha Kaya, Ia bisa saja memberangkatkan kita ke RumahNya tanpa meminta biaya sedikit pun dari kita. Rahasia ibadah haji seringkali di luar batas logika manusia. Betapa banyak orang yang pergi haji karena diberangkatkan oleh perusahaannya, diongkosi oleh dermawan, menang melalui undian yang halal, dapat warisan, dsb. Kalau Allah punya kehendak, siapa yang bisa menghalangi?.

Tapi walau pun begitu, action seperti mengumpulkan uang untuk menuju ke sana harus tetap kita lakukan. Mulailah menabung dari harta yang halal. Misalnya dari uang jajan, honor privat, ongkos yang di hemat, dll. Jangan berpikir nominal, seribu dua ribu yang rutin ditabung, suatu saat yang tidak kita sangka pasti akan dicukupkan oleh Allah untuk berangkat haji. Menabung untuk pergi haji adalah bukti kongkrit kesungguhan kita menemui Allah di RumahNya.

"...jika ia pergi (haji) dengan harta yang haram, lalu diletakkannya kakinya pada sanggurdi dan ia mengucapkan, "Labbaik", maka seseorang dari langit akan menyerukan kepadanya, "Tidak diterima kunjunganmu dan tidak berbahagia keadaanmu! Perbekalanmu haram, perbelanjaanmu dari harta yang haram, maka hajimu mengakibatkan dosa, jauh dari pahala." (HR Ath-Thabrani).

6. Doa di waktu dan tempat mustajab
Inti segala ibadah adalah doa, dan doa adalah senjata kaum Muslimin. Jika kamu ingin menunaikan ibadah haji selagi muda, jangan sia-siakan meminta di waktu mustajabnya doa, yaitu ketika berpuasa, musafir, dizalimi, selepas azan, antara iqamah dan solat, antara dua khutbah Jum'at, waktu sahur, sepertiga malam dan waktu hujan.

Jangan sia-siakan pula hari diijabahnya doa seperti hari dan malam Jum'at, hari Arafah, malam dan hari raya, malam Lailatul Qadar, malam Nisfu Sya'aban dan awal Rajab.

Ada seseorang yang menyesal sehabis menunaikan ibadah haji, ia hanya berdoa di sana untuk 5 hal dan kelimanya dikabulkan Allah. Ia menyesal kenapa tidak minta lebih banyak lagi. Nah, Sobat Nida, kamu bisa menuliskan doa-doamu dan titipkanlah kepada orang terdekat yang hendak melaksanakan ibadah haji untuk di bacakan di 15 tempat mustajab di Mekah seperti sabda Rasulullah SAW riwayat Imam Attabrani "Tidak ada tempat di atas bumi ini lima belas tempat yang mustajab untuk berdoa kecuali hanya di Mekah...(di dalam Ka'bah, Hajar Aswad, Rukun Yamani, di bawah talang mas (Mizab), Hijir Ismail, Multazam, di belakang Maqam Ibrahim, sumur Zamzam, Masy'aril Haram, di atas bukit Sofa, di atas bukit Marwah, di tempat wukuf Arafah, ketika jumrah aqabah, ketika jumrah wustha, dan saat jumrah ula).

Semoga ke enam upaya di atas bisa mengantarkan kita pada Haji Mabrur. Seperti sabda Rasulullah SAW: "Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga. Sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah apa tanda kemabruran itu?' Rasulullah menjawab tanda-tanda haji mabrur itu baik tutur bahasanya dan dermawan".
Wallahu'alam. [Mala]

Pergi haji selagi muda

MASIH MUDA PERGI HAJI? SIAP DONG!

Pergi haji? Haree genee? Wah, belum siap mental. Masih lama-lah, nanti saja kalau sudah tua. Lagian, memangnya murah? 25 jeti bo! Itu juga ONH biasa, kita kan maunya ONH Plus (lho?!). Duit dari mana? Sekolah saja masih dibayarin ortu.



Jangan Nunggu Tua

Sepertinya kalau mau survei tentang pergi haji saat usia masih muda ke anak-anak muda umur 15-25 tahun di Indonesia, sebagian besar komentarnya pasti kayak di atas (kamu juga?). Nggak heran, di negeri kita yang pergi haji kebanyakan memang orang-orang tua. Bukan cuma orangtua, tapi benar-benar orang yang sudah tua alias sepuh. Memang sih saat ini cukup banyak orang-orang muda yang pergi haji, tapi tetap saja yang tua-tua lebih banyak. Padahal dari pengalaman beberapa teman Nida yang sudah pergi haji (dan masih muda), jamaah haji dari negara lain lebih banyak yang masih muda-muda lho.

Menunaikan ibadah haji memang dianjurkan selagi muda. Sebab ritual ibadah haji membutuhkan stamina yang cukup prima. Nggak tahu ya kenapa di negeri kita malah orang lebih banyak yang menunggu tua untuk pergi haji. Bahkan ada lho yang bercita-cita ingin wafat di tanah suci. Nggak apa sih, hidup mati kan di tangan Allah. Yang juga disayangkan karena kesehatan tak prima (sudah tua otomatis tenaga berkurang, belum lagi kalau sakit-sakitan) membuat tahapan-tahapan ibadah haji tak bisa dilakukan dengan sempurna.

Memang ada banyak hal yang membuat banyak jamaah haji dari negeri kita banyak yang sudah tua. Biaya salah satunya. Apalagi biaya ONH di Indonesia cukup lumayan. Desas-desusnya nih di negara lain lebih murah, bahkan ada yang nggak pakai ONH segala. Katanya sih karena jamaah haji Indonesia banyak (iyalah, negara muslim paling beusarr), jadi harus diatur oleh negara gitu. Tapi, masih banyak terdengar cerita ketaknyamanan para jamaah haji (terutama ONH biasa). Belum lagi pengelolaan uang ONH yang kurang jelas.

Menurut Mbak Marissa Haque dalam artikelnya di sebuah harian, dana yang terkumpul pada setiap musim haji dari para jamaah dalam lima tahun terakhir ini rata-rata sekira Rp5,28 triliun. Angka ini diperoleh dari jumlah kuota haji 220.000 orang dikalikan ONH. Dengan omset sebesar itu Indonesia “hanya” punya Rumah Sakit Haji, Asrama Haji, dan sedikit untuk pembangunan pesantren. Dibanding dengan negara jiran, Malaysia, sangat jauh perbedaannya. Dengan jumlah penduduk yang kurang lebih 20 juta jiwa, catatan terakhir menunjukkan, jumlah dana yang terkumpul di dalam satu musim haji di Malaysia sekitar Rp506 milyar (22.000 jamaah dikali ONH Malaysia). Lembaga pengelola haji di Malaysia menanamkan keuntungan dari perolehan tersebut ke berbagai bidang. Mulai perkebunan kelapa sawit, perkebunan mangga, pembuatan jalan tol, perguruan tinggi, industri elektronik, perusahaan komputer, peternakan, saham di bank-bank Islam, beragam industri riil, pabrik sepatu, dan lain-lain. Hasilnya, mereka punya berbagai aset yang membuat decak kagum negara lain. Lembaga Tabung Haji Malaysia mempunyai gedung perkantoran berlantai 30, kereta api KLIA Ekspres, dan saham yang tersebar di mana-mana.

Eh, kok Nida jadi nyasar ke aset dari biaya ONH ya, tapi masih nyambung kok. Paling nggak nyambung ke soal waktu, jangan nunggu tua, nanti ONH di Indonesia tambah muahall! ;-).

Jangan Cuma Berpikir Matematis

Ya, jangan juga berpikir terlalu matematis. Sudah “mundur” duluan dengan biaya haji. Memang buat sebagian besar rakyat Indonesia (apalagi sejak BBM naik gila-gilaan, hiks) biaya haji cukup tinggi. Tak heran banyak yang mengumpulkan dana dari muda, namun baru bisa pergi haji di saat tua. Bahkan ada yang sama sekali tak sempat karena dananya tak mencukupi dan keburu wafat. Nah, yang ngumpulin seumur hidup saja nggak bisa, apalagi kita yang masih muda, duit darimane? (kecuali anak orang kaya lho, yang diajak ortu pergi haji), gitu mungkin seloroh kamu.

Yup, betul sih, tapi terlalu matematis nanti jadi lupa lho kalau ibadah haji itu wajib hukumnya. Tapi kan buat yang mampu?! Iya sih betul. Hanya saja, niat dan azzam akan menjadi hitungan sendiri buat Allah. Matematika Allah bisa jadi lebih dahsyat dari yang dipikirkan manusia. Ada banyak kisah orang yang meng-azzam-kan diri, dan nashrullah pun menghampiri, meski secara matematis manusia dananya sangat kurang atau bahkan tidak mungkin untuk berhaji. Tapi Allah juga melihat tekad kita. Jadi, kuatkan tekad, sambil ikhtiar mengumpulkan dana. Masih SMP? SMA? Kuliah? Kenapa nggak gitu lhoh?! Bahkan meski hanya seratus rupiah (waa, Nida tersindir abis sama tulisan sendiri nih!). Hal-hal lain gimana cara mewujudkan 'berhaji kala masih muda' bisa kamu baca di sebelah ya (bianglala 2 gitu).


Jangan Lupa, Nomor Lima Wajib Lho!

Urutan keberapakah ibadah haji dalam rukun Islam? Kelima! Welldone, masya Allah!

Betul, ibadah haji memang “cuma” urutan kelima dari rukun Islam yang pasti sudah kita hafal banget itu. Tentu tak secara kebetulan ia ditempatkan pada posisi terakhir. Rukun Islam menempatkan ibadah haji sebagai kewajiban klimaks seorang Muslim. Kayak makanan gitu, empat sehat 5 sempurna, ibadah haji ibarat minuman penyempurna setelah empat kewajiban sebelumnya. Setelah pengorbanan lisan melalui kesaksian (syahadah), pengorbanan waktu melalui kewajiban shalat, pengorbanan fisik dengan puasa, dan pengorbanan harta dengan keharusan zakat. Disebut klimaks, karena ia menjadi penutup kewajiban pengabdian seorang Muslim secara individual, bukan kewajiban sosial.

Dan hukumnya wajib lho (jangan lupa...). Soalnya karena diembel-embeli dengan “jika mampu”, kadang kita berpikirnya, “Ya nanti aja kalau sudah mampu”. Padahal tetap harus diusahakan. Apalagi ayat Al-Qur'an dan hadits banyak berbicara soal keutamaan-keutamaan ibadah haji. Contohnya hadits ini: Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah Saw pernah ditanya, “Amal apakah yang paling utama?” Rasul menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya”. “Kemudian apa?”, “Jihad di jalan Allah”. “Kemudian apa lagi?”, “Haji Mabrur”. Begitu juga hadits ini, “Haji mabrur (yang baik dan diterima oleh Allah Swt) lebih utama dari pada dunia dengan segala isinya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali langsung masuk surga”.

Nah, sepertinya halnya perintah dan anjuran lain, tentu kita harus berusaha menggapainya. Pintu surga begitu banyak. Berhaji salah satunya. So, kalau kita bisa mengusahakannya, kenapa nggak?!

Ada begitu banyak keutamaan haji yang lain. Cobalah untuk selalu mengingatnya, sehingga azzam kita semakin kuat untuk melakukannya. Ibadah haji bukan sekadar meraih gelar atau perjalanan spiritual, hanya untuk melihat Ka'bah dan jejak-jejak peninggalan para nabi. Namun haji juga memiliki pertanggungjawaban ukhrawi sekaligus mengemban amanah sosial. Jadi, berhaji saat masih muda? Siapin diri dong! [Dee/untuk diri sendiri]

Doa Rasulullah SAW

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu Cinta-mu dan Cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu.
Ya Allah , apa-apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai, dan apa-apa yang Engkau singkirkan dariku dari apa-apa yang aku cintai, maka jadikanlah ia kekosongan bagiku tentang apa-apa yang Engkau cintai.
Ya Allah, jadikanlah Cinta-Mu sesuatu yang paling aku cintai daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku, dan air dingin saat aku dahaga.
Ya Allah, buatlah aku mencintai-Mu, malaikat-malaikat-Mu, nabi-nabi-Mu, Rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang sholeh.
Ya Allah, hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang Engkau Cintai.
Ya Allah, jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap hatiku dan Ridho kepada-Mu dengan segala usahaku.
Ya Allah, jadikanlah segenap hatiku bagi-Mu dan seluruh usahaku di dalam keridhoan-Mu. Amiiin.